Ini 3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui ketika Ingin Belajar Fotografi

camera, source: pinterest

Di era sekarang peminat terhadap dunia fotografi terus bertambah pesat. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kemudahan pengguna untuk menggunakan teknologi kamera tersebut. Apalagi sejak beberapa pabrik camera memproduksi jenis camera seri tingkat pemula dengan harga yang lebih terjangkau, dikarenakan dulu untuk memperoleh jenis camera SRL (single lens reflects) hanya digunakan oleh para fotografer profesional karena harga yang ditawarkan tidak sedikit.

Tidak hanya itu, kamera tipe MILC (Mirrorless Interchangeable- Lens Camera) yang sekarang juga ikut meramaikan, karena pasar jenis kamera ini pula menaikkan atensi terhadap fotografi. Kamera mirrorless dengan lensa yang bisa diganti- ganti ini memanglah didesain lebih ringkas dari tipe SLR sehingga lebih gampang untuk dibawa kemana-mana. 

Dilengkapi pertumbuhan fitur teknologi canggih pada kamera mempermudah pengguna untuk mengambil foto tanpa perlu melakukan pengaturan yang rumit. Pengguna cuma butuh memusatkan kamera ke objek yang mau dia bidik, setelah itu memencet tombol shutter. Sama semacam kamera tipe point and shoot ataupun yang pula diketahui dengan kamera pocket. 

Namun apabila kamu sangat tertarik dengan fotografi, sebaiknya Kamu pahami dulu gimana metode mengambil foto supaya Kamu tidak tergantung kepada fitur otomatis.Dengan mengenali dasar fotografi, Kamu juga bisa melakukan eksplorasi teknik pengambilan foto.

  1. Memahami Exposure Triangle. 
exposure triangle, source: pinterest

Fotografi dikenal dengan sebutan melukis dengan cahaya. sebab memanglah secara prinsip objek yang ditangkap pada gambar itu” digambar” oleh cahaya yang masuk ke dalam sensor (pada kamera analog memakai film) diibaratkan selaku kanvas, serta cahaya yang masuk merupakan tinta. Sebab metode kerjanya semacam itu, hal yang mendasar dalam mengambil suatu foto merupakan mengatur intensitas cahaya yang masuk kedalam sensor kamera. 

Apabila gambar diambil dengan keadaan kurang cahaya maka foto akan terlihat hitam atau gelap. Sebaliknya jika gambar yang diambil dengan keadaan cahaya berlebih foto akan terlihat sangat cerah atau terlihat hanya warna putih.

Pengaturan tersebut berkaitan dengan 3 unsur: bukaan diafragma ( aperture), kecepatan rana (shutter speed), serta sensitivitas sensor terhadap cahaya (ISO). 3 perihal ini biasa diketahui dengan sebutan triangle exposure ataupun segitiga pencahayaan.

Diafragma merupakan bilah- bilah yang hendak terbuka kala tombol rana ditekan, serta membiarkan sinar masuk ke dalam sensor kamera. terus menjadi lebar bukaan diafragma hingga menjadi banyak sinar yang masuk. Kebalikannya terus menjadi kecil bukaan diafragma, sinar yang masuk hendak terus menjadi sedikit. 

Bukaan diafragma ini dilambangkan dengan F yang satuannya berbanding terbalik dengan bukaan diafragma, Terus menjadi kecil satuan F- nya, hingga bukaan diafragmanya terus menjadi besar, Kebalikannya, Terus menjadi besar satuan F- nya, bukaan diafragmanya terus menjadi kecil. Setelah itu satu perihal lagi tentang diafragma merupakan terus menjadi besar bukaan diafragma, terus menjadi dangkal dept of field (Dof) yang ditangkap pada foto. 

Gampangnya apabila Kamu mengambil potret yang fokus kepada satu ojek dengan F/ 1, 8( DoF yang dangkal), latar balik objek tersebut tidak hendak tergambarkan dengan jelas. DoF ini pula diketahui dengan sebutan” bokeh”. 

Berikutnya, kecepatan rana merupakan kecepatan diafragma membuka hingga setelah itu menutup lagi kala tombol rana ditekan. Terus menjadi lama diafragma terbuka, hingga sinar yang masuk hendak terus menjadi banyak. Sebaliknya terus menjadi sebentar diafragma terbuka, terus menjadi sedikit sinar yang masuk. Kecepatan rana ini diisyarati dengan satuan detik. 

Tetapi yang wajib Kamu ingat merupakan terus menjadi lama diafragma terbuka mungkin foto yang ditangkap jadi berhamburan terus menjadi besar. Dapat jadi sebab objek yang mau ditangkap bergerak ataupun kamera yang Kamu pegang yang bergerak. 

Terakhir merupakan kepekaan sensor terhadap sinar (ISO). ISO diisyarati dengan satuan angka. Terus menjadi besar satuan ISO- nya, hingga kepekaan sensor terhadap sinar jadi terus menjadi besar. Tetapi ISO yang besar membagikan dampak” berpasir” pada foto. 

2. Perhatikan Keadaan Sinar Serta Keadaan Objek.

ISO, source: pinterest

Sehabis menguasai segitiga pencahayaan, yang butuh Kamu jalani adalah mengendalikan perpaduan 3 perihal tersebut bersumber pada keadaan sinar serta keadaan objek. 

Kalau Kamu mau mengambil foto di malam hari dalam keadaan sedikit sinar, Kamu wajib memakai ISO yang besar. Kecepatan rana diatur cocok kebutuhan apakah kamera memakai tripod (yang buatnya jadi lebih normal). serta objek yang mau ditangkap apakah bergerak ataupun tidak. Sebaliknya bukaan diafragma dilihat dari keadaan kedalaman foto yang mau dihasilkan. 

Tetapi buat keadaan yang berbeda, semacam mengambil foto pada aktivitas berolahraga, Kamu memerlukan pengaturan yang berbeda. Buat menangkap objek yang senantiasa bergerak semacam pada aktivitas berolahraga, perihal utama yang wajib Kamu perhatikan merupakan kecepatan rana. Setelah itu buat bukaan diafragma serta ISO dapat disesuaikan dengan hasil gambar yang Kamu mau. 

3. Mempelajari Buku Panduan Alat dan Juga Mempelajari Peralatan yang diMiliki.

Selanjutnya adalah mempelajari terlebih dahulu buku panduan peralatan memotret yang kita miliki. Dengan membaca terlebih dahulu buku panduan yang dimiliki, setidaknya akan lebih memahami penggunaan alat-alat  yang dipunya. 

Ada baiknya kamu memberikan sebuah tanda pada bagian yang penting di buku panduan peralatan memotret kamu apabila suatu hari kamu mencari bagian tersebut untuk dipelajari kembali. Pelajari fitur, fungsi dari kamera, dan juga menu kamera dengan baik. 

safrani

safrani

Tinggalkan Balasan